Monday, July 22, 2019

Irsanto Ongko, Sosok yang Juga Berada di Balik Dehes Ministries

Irsanto Ongko adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Ayah beliau termasuk ke dalam 150 orang terkaya versi media Globe Asia. Beliau pun mengikuti jejak ayahnya untuk menjadi pengusaha. Dengan kekayaan yang dimilikinya, Irsanto Ongko dan beberapa pengusaha lain tergerak hatinya untuk membangun rumah ibadah umat Kristiani, yaitu gereja.

GSJA El-Saddai Tumbang Baraqi

Pembangunan gereja yang dilakukan oleh Irsanto dan kawan-kawannya dilakukan sejak tahun 2006. Hal itu masih berlangsung sampai saat ini. Dehes Ministries adalah lokasi dimana Irsanto dan yang lainnya banyak membantu. Dehes Ministries terletak di Kalimantan Tengah. Etnis Dayak adalah etnis terbesar di Kalteng, termasuk di Kabupaten Katingan.

Peta Dehes Mininstries

Singkat cerita, Irsanto bertemu dengan Pendeta Sebastian. Sebastian tinggal dan bekerja sebagai kurir di Australia. Ia juga turut memberikan seluruh penghasilannya untuk membiayai pembangunan gereja-gereja di Kalimantan.

Pendeta Sebastian di depan bangunan stasiun radio

Saat ini, gereja yang dibangun oleh Irsanto, Sebastian, dan pengusaha lain telah mencapai 12 gereja. Semua gereja itu berlokasi di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Gereja yang dibangun disana telah memudahkan masyarakat untuk bisa beribadah.

Campsite di Dehes Ministries

Selain gereja, Irsanto Ongko dan yang lainnya membangun pula bangunan lain. Mereka membangun stasiun radio, Sekolah Tinggi Teologi, dan campsite. Stasiun radio digunakan untuk menyiarkan ajaran Kristen. Sekolah Tinggi Teologi juga dibangun demi meningkatkan kualitas SDM yang berkualitas dan beragama. Campsite dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan.

Sekolah Tinggi Teologi, Dian Eka Sabda

Pada akhirnya, tujuan dari Irsanto Ongko, Pendeta Sebastian dan yang lainnya untuk mendirikan fasilitas di atas adalah dengan tujuan agar para Pelayan Injil dan pelayanan dikenal dan diandalkan oleh masyarakat serta pemerintah daerah.


Sunday, July 21, 2019

Nunung Ungkap Teman Satu Profesi Yang Ikut Konsumsi Sabu

Sumber: Google

Nunung ditangkap di kediamannya kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan pada Jumat (19/7) karena menggunakan narkoba jenis sabu.

Dari tempat kejadian perkara (TKP) polisi berhasil menemukan barang bukti satu klip sabu seberat 0,36 gram, dua plastik klip kecil bekas bungkus shabu, sedotan plastik, bong, potongan pecahan pipet kaca, dan korek api.

Dalam proses pemeriksan intensif Komedian Nunung mengaku ada rekan satu profesi yang ikut mengkonsumsi Narkoba.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jean Calvijn Simanjuntak. Dari cerita lama Nunung, ia sering konsumsi narkoba bersama artis lain.

"Ini cerita lamanya dia (Nunung), dia menggunakan bersama teman-teman seprofesinya. Dan itu diakui dan sudah dituangkan dalam BAP," ujar Jean saat ditemui di Polda Metro Jaya, Minggu (21/7).

Jean menjelaskan bahwa teman satu profesinya yang sering gunakan narkoba masih dalam pengembangan polisi.

"Semua informasi akan kita kembangkan, telusuri, tapi kita fokus sama ini dulu, 2 gram yang dibuang dan 0,36 sabu yang kita dapati," jelasnya.

"Pokonya ada teman seprofesinya juga yang sering konsumsi bareng, besok kan ada perkembangan statemen, bisa ditanyakan sama yang bersangkutan," tutupnya.


Sumber: Akurat.co









Nunung Sudah 20 Tahun Konsumsi Narkoba

Sumber: Google


Calvijn Simanjuntak Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP mengatakan Nunung telah sudah 20 tahun mengonsumsi narkoba.

"Pengakuan tersangka NN dan suaminya, JJ sudah disampaikan di BAP bahwa betul (20 tahun)," ujar AKBP Jean Calvin Simanjutak saat di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (21/7).


Dengan cara berpura Pura Beli Perhiasan Cara Nunung Pesan Narkoba Bahkan suami Nunung, July Jan Sambiran sudah 25 tahun lebih konsumsi barang haram tersebut.

"Sudah awal penggunaan 20 tahun lalu dan JJ bahkan lebih, sekitar 24 tahun yang lalu," jelasnya.

"Sementara ini rutinitas keduanya menggunakan dengan tersangka pertama TB di BAP memang kurun waktu 5 bulan terakhir," imbuhnya.

Kini polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap bandar besar dan jaringan lainnya.

"Kami masih mendalami jaringan lain yang ada terkait terangka NN dan JJ. Dan mungkin ada jaringan lain di atas TB," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Nunung ditangkap di kediamannya kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan pada Jumat (19/7) karena menggunakan narkoba jenis sabu.

Polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka July Jan Sambiran (suami Nunung), Tri Retno Prayuda (Nunung) dan Hadi Moheriyanto (Hery).

Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mendapati barang bukti satu klip sabu seberat 0,36 gram, dua plastik klip kecil bekas bungkus shabu, sedotan plastik, bong, potongan pecahan pipet kaca, dan korek api.


Sumber: Akurat.co

Ekspresi Fauruz Mendapat Keadilan Kasus Ikan Asin

Sumber: Google

Mendapat keadilan kini Fairuz Arafiq telah kembali tersenyum. Keadilan tersebut berupa para pelaku kasus Ikan Asin kini telah menjadi tahanan leh pihak kepolisian Polda Metro Jaya.

Sebelumnya Fairuz terlihat sangat sedih dan terpukul dengan perkataan para pelaku kasus Ikan Asin tersebut.  Bahkan ketika ditanya oleh awak media terkait kasus yang dihadapinya itu, tak jarang Fairuz A Rafiq menitikkan air mata.

Fairuz terlihat bahagia ketika menghadiri pesta ulang tahun anak Jessica Iskandar, El Barack Alexander, yang berlangsung di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat. 

Meskipun begitu, mantan istri Galih Ginanjar itu tidak menggubris sejumlah pertanyaan awak media terkait kasus 'Bau Ikan Asin' tersebut.

Seperti diketahui, Galih, Rey, dan Pablo, saat ini tengah mendekam di balik jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.


Sumber: Akurat.co

Pengakuan Petugas Keamanan Rumah Nunung Terkait Lelaki Bertubuh Besar


Sumber: Akurat.co

Masyarakat sekitar masi tidak percaya apa yang terjadi dengan Komedian Nunung. Terutama masyarakat sekitar rumah. Nunung dikenal sebaga orang yang baik dan suka membantu.

Hal tersebut dijelaskan oleh Rojak salah satu petugas keamanan rumah Nunung.

"Dia itu orang baik mas. Bukan sama saya aja sama orang lain pun selalu memberi. Mangkanya saya kaget dengar mba Nunung ditangkap polisi," ungkapnya.

Meski tidak terlalu aktif bergaul dengan warga sekitar, namun Nunung sesekali meluangkan waktu hadiri acara dilingkungan rumah.

"Ya memang yang lebih aktif kepada tetangga itu suaminya. Tapi mba Nunung kalau lagi gak sibuk syuting kadang suka nyempatin waktunya bersama lingkungan sekitar," jelasnya.

"Saya berharap semoga mba Nunung selalu sehat, kuat, dan tabah jalanin ujian dari Allah ini. Mba Nunung itu orang baik," pungkasnya.


Rojak mengaku dirinya acap kali melihat sejumlah pria bertubuh besar menyambangi rumah Nunung. Namun untuk keperluanya, dirinya tidak mengetahui lebih lanjut.

"Saya rasa mba Nunung itu di jebak sama oranglain," ujar Rojak saat ditemui AKURAT.CO dikediaman Nunung kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (20/7).

"Memang saya sering melihat beberapa lelaki bertubuh besar datang kerumahnya. Yang saya tahu itu petugas TNI yang jaga rumah mba Nunung waktu ada perkelahian disini," sambungnya.


Seperti diketahui, Nunung ditangkap di kediamannya kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan pada Jumat (19/7) karena menggunakan narkoba jenis sabu.

Hasil penangkapan, polisi mendapati barang bukti satu klip sabu seberat 0,36 gram, dua plastik klip kecil bekas bungkus shabu, sedotan plastik, bong, potongan pecahan pipet kaca, dan korek api.



Sumber: Akurat.co

Arie Untung Siap Tambahkan Masa Tahanan Pablo Benua

Sumber: Google

Arie Untung melaporkan Pablo Benua kepihak yang berwajib terkait kasus penipuan. Dikabarkam Pablo dan Arie mejalin hubungan bisnis dibidang kndaraan non riba, dari bisnis terseut Arie mengeluarkan modal sebanyak 600 juta.

Namun nampaknya bisnis tersebut tidak berjalan dengan lancar karena pablo dikabrkan hanyak menipu Arie. Pasalnya setelah satu tahun bisnis utu berjalan Arie tidak pernah mendapat apa apa. Karena hal tersebutlah Arie Untung melaporkan Pablo Benua ke pihak yang berwaji.

Sadar dilaporkan kepada pihak yang berwajib pihak pablo meminta waktu untuk membayar kerugian yang dialami Arie Untung tersebut.

"Ada laporan ke polisi kemudian keluar lah itikad baik itu utk menyelesaikan itu. Kita masih nunggu itikad baik aja sih, saya juga males sebut namanya juga, nanti makin terkenal," ujar Arie Untung saat dijumpai di Gandaria City, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Kendati demikian, tiba-tiba muncul kasus bau ikan asin yang Pablo perbuat. Hal tersebut membuat Arie menyambangi rumahnya. Setelah sampai dirumahnya Rt setempat mengatakan bahwa Pablo memang banyak memiliki kasus penipuan.

"Alamatnya juga nggak jelas. Nanya alamat ke RT bilang ada yang nyari juga lagi ngirimin surat somasi, ketemu sama penagih utang tempat lain, malah ngobrol. Jadinya hidup kayak gini nggak berkah, ngapain sih dijalanin," bebernya.

Arie menegaskan jika hutang Rp600 juta tidak dibayar. Dirinya siap menambah masa tahanan Pablo dalam sel jeruji besi.

"Akan lebih banyak kalau dia engga bayar ini. akan lebih banyak lagi jadi ya saya akan bantu temen-temen ini kalo misalnya engga di bayar yuk kita bantu tambahin deh (kasus dia)," tutupnya.



Sumber: Akurat.co

Friday, July 19, 2019

Tergeraknya Hati Pengusaha Irsanto Ongko

Gereja Alfanisi Tumbang Kaman

Kebaikan dari hati seorang Irsanto Ongko itu membuat takjub, Irsanto Ongko tidak sendiri, tapi juga ada beberapa penguasaha yang tergerak hatinya untuk menjadi donatur pembangunan gereja-gereja. Pembangunan gereja-gereja adalah sebagai bentuk rasa kepedulian dari Irsanto Ongko dan pengusaha lainnya untuk membantu masyarakat.

Irsanto Ongko mengatakan bahwa Pembangunan gereja ini juga sudah berlangsung sangat lama, dimulai nya pembangunan gereja ini sejak tahun 2006 dan sampai saat ini masih berlangsung.

Gereja Tumbang Samba

“Tidak ada unsur lain dari pembangunan gereja ini, karena ini memang untuk kepentingan masyarakat sekitar”, tutur salah satu warga sekitar

Irsanto Ongko bertemu dengan Pendeta Sebastian yang tinggal dan bekerja sebagai kurir di Australia. Pendeta juga memberikan seluruh penghasilannya untuk turut membiayai pembangunan gereja-gereja di Kalimantan Tengah.

Sebagaimana Irsanto Ongko memberitahu sejauh mana perkembangan dalam pembangunan gereja-gereja ini, diketahui sampai saat ini total sudah ada 12 gereja yang terbangun. Selain gereja juga ada stasiun radio, 1 Sekolah Tinggi Teologi dan 1 campsite yang dibangun di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Campsite


Masyarakat di sana didominasi dengan 3 etnis yaitu Etnis Dayak, Jawa dan Banjar. Bangunan gereja sangat dimanfaatkan dengan warga setempat untuk melaksanakan kewajiban mereka. Ada sebuah stasiun radio, ada juga sebuah sekolah teologi atau sekolah Alkitab dan sebuah campsite untuk berbagai kegiatan. Semua itu bisa dirasakan manfaatnya oleh warga Katingan, Kalimantan Tengah.


Sebuah Gereja di Daerah Tumbang Samba