Showing posts with label Bank BNI. Show all posts
Showing posts with label Bank BNI. Show all posts

Friday, November 29, 2019

Hasil RUPSLB Achmad Baiquni Tetap Menjadi Dirut Bank BNI

Sumber: Google

Pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Achmad baiquni dinyatakan tetap menjadi direktur utama  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. A

Meskipun keputusan RUPSLB menyatakan posisi yang tetap untuk Achmad Baiquni akan tetapi ada beberapa direksi yang dirubah.

Anggoro Eko Cahyo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan kini menggantikan posisi Tambok sebagai direktur bisnis konsumer. Ario Bimo yang sebelumnya menjabat sebagai General Manager BNI Tokyo Ario Bimo mengisi posisi direktur keuangan.

Berdasarkan RUPSLB  Bob Tyasika Ananta yang sebelumnya menjabat sebagai direktur manajemen risiko bertukar posisi dengan Rico Budidarmo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur tresuri dan internasional.

Selain susunan direksi, RUPSLB BNI juga memberhentikan Marwanto Harjowiryono sebagai komisaris perseroan. Posisi tersebut kini diisi oleh Askolani.

Adapun RUPSLB BNI merupakan yang ketiga diadakan oleh bank pelat merah. Sebelumnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. juga telah melakukan agenda RUPSLB serupa.

Direktur utama Achmad Baiquni menjelaskan bahwa perubahan struktur direksi dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman yang sebelumnya dimiliki oleh pihak yang ditunjuk.

“Seperti Pak Bob yang bertukar posisi dengan Pak Rico pernah punya pengalaman di divisi internasional maupun cabang luar negeri,” katanya usai RUPSLB di Jakarta, Jumat (30/8/2019).





Sumber: Finansialbisnis.com

Wednesday, November 27, 2019

Meperingati Hari Pers Nasional BNI Cabang Ambon Lakukan Kegiatan Bakti Sosial

Sumber: Google

Dalam rangka memperingati hari Pers Nasional  Kementrian Sosial Republik Indonesia bersama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melakukan kegiatan bakti sosial. dengan mengadakan pengobatan gratis dan paket 500 paket sembako kepada warga Ambon.

Acara tersebut diselenggarakan di Kantor Desa Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, Maluku, Rabu (8/2/17). Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Sosial RI Khofifa Indar Parawansa, Panglima Daerah Militer Pattimura Mayor Jenderal TNI Doni Monardo, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, dan Pemimpin BNI Wilayah Makassar Slamet Djumantoro. Acara ini digelar sebagai acara bersama antara Yayasan Pundi Amal dan Peduli Kasih SCTV/Indosiar dan BNI.

Pengbatan gratis tersebut dilakukan dalam upaya membantu masyarakat dalam memenuh kebutuhan kesehatan sekaligus mempermudah akses ke fasilitas kesehatan tanpa perlu khawatir terbebani oleh biaya berobat. Program ini mendapatkan dukungan tenaga dokter dari Kodam Patimura sebanyak 6 orang.

"Untuk menjaga agar masyarakat tetap sehat,  kami memberi tambahan nutrisi untuk seluruh peserta pengobatan gratis tersebut,  seperti susu, telor, roti, dan biskuit," ujar Kiryanto.

Pada kesempatan yang sama Menteri Sosial Khofifa Indar Parawansa hadir langsung bertatap muka dengan warga.  Pada kegiatan itu, Menteri sosial menyempatkan diri berkeliling dan menyapa satu per satu warga yang hadir untuk berobat kepada dokter dan perawat yang dihadirkan panitia. Mensos menyapa dan berdialog dengan warga Hukurila yang sangat antusias bertemu dengannya.

"Saya keliling Indonesia, sudah melihat ciri khas daerah di Indonesia. Kalau di Ambon ini ada Pela Gandong. Kekayaan Indonesia ini sangat banyak, harus dipertahankan. Kegiatan sosial semacam ini harus didukung terus," kata Khofifa.



Sumber: Indonesiasatu.co

Kasus BNI Ambon Tidak Pengaruhi Harga Saham

Sumber: Mimbarrakyat.com

Beberapa waktu lalu BNI 46 Cabang Ambon mengalami hal yang tiinginkan yaitu berupa pembobolan yang dilakukan oleh Faradiba Yusuf dan kroninya. Keran musibah tersebut sempat menghawatirkan mempengaruhi hara saham.

Akan tetapi jelaskan oleh kepala BEI perwakilan Maluku Alberto Dachi yang mengatakan bahwa kasus tersebut tidak memperngaruhi harga saham karena di bursa efek melihat skala perusahaan BNI. Dimana yang terjadi masih sebatas masalah di cabang

“Kalau berkaca dari kasus BNI 46 Ambon ini sebenarnya secara nasional tidak ada permasalahan atau pengaruh langsung. Karena di bursa efek kan kita lihat skala perusahaan BNI-nya dan dari bursa efek belum ada urgensi untuk haruskah minta penjelasan langsung dari BNI 46 atau apa. Ini mungkin masalahnya masih sebatas di cabang jadi dari sahamnya sendiri tidak ada masalah,” tukas Berto

Berto juga menjleaskan jika harga saham turun itu desababan oleh sektoral. Sebab beberapa saham perbankan secara umum ini memang lagi turun harga sahamnya. Tapi kalau BNI secara spesifik mungkin dari kasus yang ada tidak secara langsung berpengaruh ke pergerakan harga saham.

“Mungkin lebih ke keadaan saja. Kondisi ekonomi itu kan kemarin sempat ada penurunan suku bunga juga gitu kan, mungkin secara jangka pendek di sektor perbankan lagi sedang turun tapi nanti biasanya secara jangka panjangnya khan bisnisnya akan pulih lagi,” ungkapnya.

Untuk itu Berto menghimau untuk para investor tidak perlu panik akan berita berita terkait kasus BNI Ambon karena tidak ada sangkutannya dengan harga saham.

“Tidak ada pengaruh secara signifikan baik penurunan atau peningkatan, masih normal-normal saja karena kita kan pergerakan sektornya beda, pasar modal dan perbankan. Jadi investor tidak usah panik lah. Sampai sekarang nggak ada urgensi seperti itu bahkan tidak ada suspensi perdagangan saham dan lainnya. Karena ini sifatnya mungkin lebih ke permasalahan di cabang. Kalau investor yang punya saham anjurannya jangan terlalu panik berlebihan menanggapi. Tetap tenang, sebab semua aman,” tutupnya. (MR-02).


Sumber: mimbarrakyatnews.com

Achmad Baiquni Tetap Menjadi Dirut Bank BNI Meski Jajaran Mengalami Perombakan

Sumber: Google

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melakukan perombakan susunan direksi dan dewan komisaris. Keputusan perubahan tersebut telah resmi berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Akan tetapi pada peromabakan susuna direksi tersebut tidak berlaku untu Achmad Baiquni yang menjabat sebagai Direktur Utama Bank BNI. Hal tersebut disampaikan oleh Ario Bimo selaku Direktur Keuangan BNI .

Berikut jajaran direksi BNI setelah RUPSLB:

Direktur Utama: Achmad Baiquni

Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta

Direktur Keuangan: Ario Bimo

Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan

Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta

Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati

Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo

Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak

Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo

Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi

Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah.


Selaku Dirut BNI Achmad Baiquni menerangkan terkait kinerja Bank BNI Kuartal I tahun 2017 di Jakarta, Rabu (12/4). Pada kuartal I tahun 2017, Bank BNI mencatat kinerja yang mengesankan setelah berhasil meraih laba. 

Achmad Baiquni memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984 dan pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal.

Dalam hal pendidikan‎, Achmad Baiquni meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina pada 1992.

Kemampuannya mengelola bank terus diasah dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan diantaranya adalah Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat, Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR di Singapura.

Selain itu, ia juga pernah mengikuti Retail Banking Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura, Asian Bankers Surveyor Program yang digelar oleh Bank of New York di New York Amerika Serikat dan beberapa lainnya.



Sumber: Liputan6.com

Tuesday, November 26, 2019

Posisi Dirut Masi Dipegang Achmad Baiquni

Sumber: Google

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar. Pada rapat tersebut membawa sebuah keputusan dimana ada beberapa susunan pengurus Bank BNI yang dirombak. Akan tetapi pada posisi direktur utama tetap di duduki oleh Achmad Baiquni

Lahir tahun 1957,Achmad Baiquni memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Padjadjaran dan Sarjana (S2) dari Business Management, Asian Institute of Management, Makati, Filipina.

Selain itu, RUPSLB juga memutuskan pergantian satu direktur yakni Ario Bimo menggantikan Catur Budi Harto yang diberhentikan. Ario Bimo sebelumnya General Manager (GM) BNI Cabang Tokyo, Jepang. Selain itu juga ada perombakan jabatan Direktur, meskipun mayoritas wajah lama di BNI masih bertahan.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo sebelumnya sudah memberi sinyal kemungkinan ada pergantian direksi dan komisaris pada BBNI.

"[BNI] Kemungkinan ada perubahan pengurus. Direksi dan Komisaris," kata Gatot di Menara BTN, Kamis (29/8/2019).

Menurut Gatot, Komisaris baru BTN Marwanto juga dipindahkan dari BNI sehingga ada posisi kosong dari jajaran Komisaris di BNI.

Berikut jajaran direksi BNI setelah RUPSLB:

Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah


Monday, November 25, 2019

RUPSLB Rombak Direksi BNI chmad Baiquni Tetap Menjadi Dirut

Sumber: Google

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) melakukan perombakan susunan direksi dan dewan komisaris pada tubuh perusahaan.

Ario Bimo Direktur Keuangan BNI mengatakan, terjadi pergantian jajaran direksi pada BNI. Namun posisi Direktur Utama (dirut) masih diduduki oleh Achmad Baiquni. 

Sedangkan pada jajaran Dewan Direksi, Ario melanjutkan, ada beberapa perombakan yang dilakukan. Seperti Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Jaringan, dari Catur Budi Harto menjadi Tambok P Setyawati.

Selanjutnya, Direktur Bisnis Konsumer dari Tambok P Setyawati menjadi Anggoro Eko Cahyo. Lalu Direktur Tresuri dan Internasional dari Rico Budidarmo menjadi Bob Tyasika Ananta.

untuk Direktur Keuangan dari Anggoro Eko Cahyo menjadi Ario Bimo, serta Direktur Manajemen Risiko dari Bob Tyasika Ananta jadi Rico Budidarmo.

Berikut jajaran direksi BNI setelah RUPSLB:

Direktur Utama: Achmad Baiquni

Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta

Direktur Keuangan: Ario Bimo

Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan

Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta

Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati

Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo

Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak

Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo

Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi

Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah.

Achmad Baiquni memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984 dan pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal.

Dalam hal pendidikan‎, Baiquni meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina pada 1992.

Kemampuannya mengelola bank terus diasah dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan diantaranya adalah Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat, Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR di Singapura.

Selain itu, ia juga pernah mengikuti Retail Banking Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura, Asian Bankers Surveyor Program yang digelar oleh Bank of New York di New York Amerika Serikat dan beberapa lainnya.


Sumber: Liputan6.com

BNI ambon Keluarkan Kredit Wirausaha

Sumber: Google

Kondisi usaha kecil yang semakin membaik di kota Ambon. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Bank Negara Indonesia cabang Ambon.

Untuk itu BNI cabang Ambon mengadakan peluncuran yang menawarkan berbagai kemudahan untuk para pembisnis bidang UKM di Ambon Plaza (Amplaz) yang turut dihadiri oleh Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH, perwakilan Bank Indonesia, mitra usaha serta para nasabah BNI.

Egos Mahar, Kepala BNI Cabang Ambon, menjelaskan program Kredit Wirausaha ini merupakan program nasional yang dilaksanakan di 14 kota besar dan 40 kota kecil di Indonesia, termasuk kota Ambon.

Program ini sendiri, jelasnya, bertujuan untuk meningkatkan awareness atau kepedulian terhadap pembiayaan bagi wirausaha pada segmen UKM.

“Kepedulian kita diwujudkan melalui produk kredit yang kita namakan BNI Wirausaha. Produk ini sudah cukup lama namun masih kurang mendapat perhatian, sehingga kita lakukan peluncuran program di hari ini,”ujarnya.

Egos tandaskan, fasilitas kredit yang ditawarkan BNI dalam program ini, berkisar antara Rp 50 Juta-Rp 1 Milyar, untuk jangka waktu satu sampai lima tahun. Proses Kredit juga sangat cepat karena BNI Cabang Ambon memiliki kewenangan untuk menyetujuinya.

“Khusus untuk program ini, kami memberikan bunga yang ringan untuk debitur, yakni untuk jangka waktu tiga tahun, bunga hanya 9 persen, atau 0,75 persen/bulan. Selama masa program berlaku, ada keringanan yang dapat dimanfaatkan yakni provisi hanya satu persen, dan potongan biaya administrasi hingga 60 persen,” katanya.

Secara nasional BNI menargetkan penyalurkan kredit segmen UKM sebesar Rp 340 milyar. Untuk di kota Ambon, program ini cukup mendapat sambutan yang cukup baik di kalangan wirausaha kota Ambon dan sekitarnya, hal ini tercermin dari angka perolehan kredit yang telah mencapai Rp 6,82 Milyar dalam 15 hari. Jumlah ini, diakui Egos telah melampaui target program yang hanya Rp Rp.5 Milyar.

“Kami ucapkan terima kasih bagi Pemerintah Kota Ambon telah berhasil menjalankan fungsinya menciptakan kondisi yang aman dan kondusif bagi iklim usaha di kota ini. Diharapkan program ini dapat memberikan keuntungan bagi pelaku UKM,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH dalam sambutannya memberi apresiasi bagi BNI atas peluncuran program Rejeki Kredit Wirausaha bagi UKM di Kota Ambon. Dirinya menilai, penempatan kota Ambon sebagai salah satu kota pelaksana program adalah pilihan yang tepat karena telah melalui kajian dan pertimbangan yang matang.

Dikemukakan, dari segi pertumbuhan ekonomi kota ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, selain itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon telah menduduki peringkat ke enam secara nasional.

“Tingkat kesejahteraan masyarakat kota Ambon cukup baik, padahal APBD kita sangat kecil. Ini artinya, kemampuan kemandirian masyarakat dalam membangun ekonomi dan kesejahteraannya lebih banyak diusahakan dengan usaha mandiri daripada bergantung kepada pemerintah,”tandasnya.(RA).


Sumber: Ambon.go.id

Wednesday, November 20, 2019

Achmad Baiquni Masi Menjabat Sebagai Dirut BNI

Sumber: Google

Ditengah pergantian pimpinan Bank BNI Achmad Baiquni Tetap menjadi Direktur Utama Bank BNI.  

Namun pergantian terjadi di susunan dewan direksi. Tambok P Setyawati yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bisnis Konsumer BNI kini menjabat sebagai Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Jaringan menggantikan Catur Budi Harto yang diberhentikan secara hormat.

"Dengan adanya satu direksi kami yang diberhentikan yakni Pak Catur yang bawahi Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Jaringan, dari situ yang punya background itu yaitu Bu Tambok. Karena ada pergeseran maka kami ingin berikan pengalaman baru kepada direksi yang ada," ujar Achmad Baiquni.

Rapat juga mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan menggantikan Anggoro Eko Cahyo yang kini menjabat sebagai Direktur Bisnis Konsumer BNI.

Lalu Bob Tyasika Ahanta yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko BNI kini menjabat sebagai Direktur Tresuri dan lnternasional BNI.

Rico Budidairpo yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tresuri dan lnternasional BNI kini menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko BNI.

Sementara itu, di jajaran komisaris, BNI mengangkat Dirjen Anggaran Askolani sebagai komisaris perseroan menggantikan Marwanto Harjowiryono.



Sumber: Bersatu.com

Tuesday, November 19, 2019

Program BNI Bank Samapah Memberikan Efek Positif

Sumber: Google

Bank BNI kiat mengkampanyekan gaya hidup sehat dengan mengelola sampah dengan baik sekaligus meningkatkan literasi keuangan dengan memperkenalkan Agen46 yang berfungsi sebagai Bank Sampah.

“Lingkungan menjadi lebih bersih, sampah pun terpilah. Saat yang sama, Agen BNI46 pun dapat dioptimalisasikan, antara lain dengan pembukaan rekening tabungan BNI, baik BNI Taplus, Simpel (simpanan pelajar) maupun tabungan BNI Pandai. Program ini juga telah sukses mendigitalisasi transaksi di Bank Sampah,” kata Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Program ini memberikan banyak manfaat, yaitu mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomis, melatih kebiasaan menabung melalui sistem perbankan, menyadarkan pentingnya hidup bersih dan mengajarkan pengelolaan serta pemilahan sampah.Sebelumnya, BNI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 1 dan Pemda DKI berkolaborasi menggelar Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah.


Sumber: info-ambon.com